Core Switch dengan Dashboard Terpusat: Cara Tingkatkan Efisiensi Monitoring Jaringan

Core Switch dengan Dashboard Terpusat

Share To:

Semakin besar infrastruktur IT suatu organisasi dengn jumlah pengguna hingga perangkat yang terus bertambah, maka semakin penting untuk memiliki visibilitas dan kontrol jaringan terpusat. Dalam laporan Cisco 2024 Global Networking Trend diketahui bahwa 72 persen reseponden memperkirakan akan mengadopsi arsitektur platform jaringan pada satu atau lebih domain pada dua tahun mendatang, sementara 60 persen lainnya berharap memiliki platform terintegrasi untuk networking dan security management.

Tren ini menunjukkan bahwa pengelolaan jaringan semakin bergeser dari pendekatan terpisah menjadi pengelolaan terintegrasi dan terpusat. Dalam hal ini, implementasi core switch dengan dashboard terpusat dapat meningkatkan kapasitas switching, sekaligus memberikan visibilitas menyeluruh terhadap status perangkat, topologi jaringan, trafik, hingga event penting yang dapat dipantau melalui satu platform.

Pendekatan centralized dashboard banyak digunakan dalam network management untuk menyatukan informasi performa dan availability berbagai perangkat dalam satu tampilan. Bagi organisasi dengan jaringan yang terus berkembang, visibilitas terpusat membantu tim IT mengenali anomali atau gangguan lebih cepat, memahami kondisi infrastruktur secara kontekstual, dan mengambil tindakan berdasarkan data jaringan yang tersedia.

Tantangan dan Kompleksitas Pengelolaan Ratusan Perangkat Network di Perusahaan Modern

Tantangan menjadi semakin besar ketika core switch menjadi bagian penting jaringan yang menghubungkan puluhan hingga ratusan perangkat. Terlebih setiap switch dan perangkat jaringan perlu dikonfigurasi, dimonitor, diperbarui, serta dipastikan tetap bekerja sesuai kebutuhan.

Jika proses tersebut masih dilakukan satu per satu secara manual, administrator harus mengalokasikan lebih banyak waktu untuk pekerjaan rutin. Pada saat yang sama, semakin banyak aktivitas konfigurasi yang dilakukan secara manual, semakin besar pula peluang terjadinya kesalahan konfigurasi.

Allied Telesis membantu mengurangi human error sebagai salah satu manfaat utama dari otomatisasi manajemen jaringan melalui AMF Plus.

Kondisi ini sangat relevan pada lingkungan seperti rumah sakit dan instansi pemerintah yang umumnya memiliki banyak area dan perangkat dengan kebutuhan konektivitas berbeda.

Di rumah sakit, jaringan dapat mendukung sistem informasi rumah sakit, workstation tenaga medis, perangkat administrasi, CCTV, hingga konektivitas di berbagai area. Infrastruktur jaringan perlu dikelola secara konsisten agar sistem yang mendukung operasional tetap dapat diakses sesuai kebutuhan.

Sementara itu, instansi pemerintah dapat memiliki banyak unit kerja, lantai, gedung, bahkan lokasi yang berbeda. Semakin banyak perangkat yang terhubung melalui jaringan utama, semakin sulit bagi tim IT untuk melakukan konfigurasi, maintenance, dan troubleshooting secara manual.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan centralized management menjadi semakin relevan. Alih-alih memperlakukan setiap perangkat sebagai entitas yang harus dikelola secara individual, tim IT dapat memanfaatkan otomatisasi untuk menjalankan tugas pada banyak perangkat sekaligus. AMF Plus, misalnya, memungkinkan command atau perubahan konfigurasi diterapkan pada satu, beberapa, atau seluruh perangkat melalui mekanisme centralized management.

Otomasi Manajemen Switch melalui Penerapan Teknologi Autonomous Management Framework Cloud

Untuk menyederhanakan pengelolaan jaringan yang terus tumbuh, Allied Telesis menghadirkan Autonomous Management Framework (AMF)/ AMF Plus.

AMF Plus dirancang sebagai framework yang dapat mengotomatisasi configuration management dan menyederhanakan pengelolaan jaringan. Dengan fitur utama seperti centralized management, auto-backup, auto-upgrade, auto-provisioning, dan auto-recovery, berbagai pekerjaan administratif tidak perlu lagi dilakukan secara manual pada setiap perangkat.

Salah satu manfaat utama centralized management membantu admin menjalankan command pada beberapa perangkat sekaligus. Hal ini memudahkan perubahan konfigurasi secara lebih konsisten dan mengurangi pekerjaan manual secara berulang.

AMF juga menyediakan auto-backup secara berkala mem-backup konfigurasi dan firmware perangkat ke central library. Ketika perangkat mengalami kegagalan, fitur auto-recovery memastikan perangkat pengganti mendapatkan kembali firmware dan konfigurasi terbaru secara otomatis setelah terhubung ke jaringan.

Untuk kebutuhan ekspansi jaringan, auto-provisioning membantu perangkat baru terhubung ke jaringan menggunakan konfigurasi yang telah disiapkan sebelumnya. Sementara auto-upgrade membantu administrator melakukan rollout firmaware ke perangkat secara lebih efisien.

Dengan pendekatan tersebut, Allied Telesis AMF & Vista Manager dapat membentuk ekosistem pengelolaan yang memadukan otomatisasi dan visibilitas. AMF fokus pada automation dan management, sedangkan Vista Manager EX menyediakan layer visual untuk monitoring dan administrasi jaringan. Vista Manager menjadi solusi monitoring dan management untuk perangkat AMF Plus wired, wireless, dan perangkat third-party tertentu.

Monitoring Real-Time Visual dan Skalabilitas VCStack Bersama Allied Telesis x930 dan Solusi AMF

Vista Manager Dashboard

Tampilan Dashboard Vista Manager

Untuk membangun core switch dengan dashboard terpusat, perpaduan Allied Telesis x930, AMF, dan Vista Manager EX memiliki fungsi berbeda yang saling melengkapi. Kombinasi ketiganya dapat membantu organisasi membangun jaringan yang memiliki performa dan skalabilitas, sekaligus lebih mudah dikendalikan ketika jumlah perangkat terus berkembang.

Allied Telesis Core Switch x930-52GTX

Allied Telesis x930-52GTX merupakan fondasi penting yang dirancang untuk kebutuhan network core maupun distribution dan konektivitas Layer 3 stackable switch. Model ini memiliki 48 port 10/100/1000T dan empat port 1/10G SFP+, serta dual-hot swappable power supply untuk mendukung ketahanan jaringan dan kontinuitas operasional.

Untuk kebutuhan kapasitas, x930-52GTX memiliki switching fabric hingga 336 Gbps dan forwarding rate hingga 250 Mpps. Perangkat ini juga mendukung VCStack, sehingga beberapa switch dioperasikan sebagai satu virtual chassis untuk kebutuhan skalabilitas dan resilience jaringan.

Dengan kombinasi port berkapasitas tinggi dan stacking, x930-52GTX dapat menjadi fondasi konektivitas ketika perusahaan perlu menghubungkan perangkat maupun kapasitas jaringan yang semakin bertambah seiring pertumbuhan bisnis.

AMF untuk Kebutuhan Otomatisasi

Pada layer management, AMF dapat mengurangi pekerjaan manual dengan kemampuan centralized network management, auto-backup, auto-provisioning, auto-upgrade, dan auto-recovery. Dengan kata lain, tim IT tidak hanya mendapatkan switching infrastructure berkapasitas tinggi, tetapi juga mekanisme menyederhankaan operasional jaringan berkat network automation.

Vista Manager EX untuk Visualisasi Menyeluruh

Sementara itu, Vista Manager EX hadir dengan pendekatan visual untuk monitoring jaringan yang menyediakan dashboard network health serta kemampuan visualisasi dan monitoring perangkat, event, traffic, hingga topologi. Dokumentasi Allied Telesis juga menyebut kemampuan real-time traffic, protocol and application monitoring serta centralized device firmware/configuration backup, recovery, dan upgrade.

Tingkatkan Kendali Jaringan Bisnis Anda Lewat Konsultasi Infrastruktur Bersama XDC Indonesia

Core switch memegang peran penting dalam menjaga konektivitas jaringan enterprise. Implementasi core switch dengan dashboard terpusat dari Allied Telesis memberikan pendekatan yang menggabungkan performa switching, otomatisasi pengelolaan, visual monitoring, serta skalabilitas dalam satu ekosistem terintegrasi.

Sebagai bagian dari CTI Group, XDC Indonesia merupakan authorized distributor Allied Telesis yang akan membantu perusahaan menghadapi pertumbuhan jumlah perangkat, kebutuhan core switch hingga arsitekttur pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan dan strategi bisnis. XDC didukung tim profesional untuk membantu perusahaan mulai dari tahap assessment, desain, dan implementasi solusi, monitoring, hingga optimasi core switch dengan dashboard terpusat.

Saatnya evaluasi kapasitas jaringan, jumlah perangkat, kebutuhan operasional hingga rencana pengembangan infrastruktur bisnis Anda. Konsultasikan kebutuhan infrastruktur jaringan perusahaan Anda bersama tim XDC sekarang.

Penulis: Ervina Anggraini – Content Writer CTI Group

Start a Conversation