Di high-rise building, satu jaringan harus menopang ratusan hingga ribuan endpoint dengan kebutuhan yang berbeda, mulai dari internet, Wi-Fi, CCTV, IPTV, hingga sistem operasional gedung. Seiring bertambahnya pengguna dan perangkat, kebutuhan bandwidth pun ikut meningkat.
Karena itu, infrastruktur jaringan perlu disiapkan agar mampu mengikuti pertumbuhan konektivitas tanpa menambah kompleksitas secara berlebihan. Fiber-to-the-Building (FTTB) menjadi salah satu pendekatan untuk membawa konektivitas fiber lebih dekat ke pengguna dan mendukung kebutuhan jaringan yang semakin padat.
Tantangan Bandwidth Tinggi pada High Rise Building dan Hospitality
Setiap layanan dalam high-rise building memiliki karakteristik traffic yang berbeda. Internet pengguna, CCTV, video, sistem keamanan, hingga berbagai layanan digital harus berbagi infrastruktur yang sama, sementara kebutuhan kapasitas masing-masing terus berkembang.
Kondisi tersebut membuat pengelola gedung membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya mampu menangani kapasitas saat ini, tetapi juga siap mengikuti pertumbuhan perangkat dan pengguna. Ruang ekspansi menjadi penting agar peningkatan kebutuhan jaringan tidak selalu berarti perubahan besar pada keseluruhan infrastruktur.
Mendukung kebutuhan tersebut, Nokia ISAM FX-4 hadir sebagai platform OLT berkapasitas tinggi untuk penerapan jaringan fiber berskala besar. Dukungan terhadap berbagai teknologi akses fiber membuatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan jaringan yang terus berkembang.
Satu Port, Lebih Fleksibel dengan GPON dan XGS-PON
Tidak semua endpoint dalam gedung membutuhkan bandwidth yang sama. Kamar hotel atau area perkantoran dapat memiliki kebutuhan kapasitas standar, sementara CCTV dengan analitik video, ruang server, atau layanan digital tertentu membutuhkan kapasitas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, infrastruktur fiber perlu memberikan pilihan teknologi akses sesuai kebutuhan masing-masing endpoint.
Nokia ISAM FX mendukung kombinasi GPON dan XGS-PON dalam satu port, sehingga jaringan dapat melayani kebutuhan kapasitas yang berbeda tanpa harus menggunakan platform terpisah. GPON dapat digunakan untuk kebutuhan bandwidth standar, sedangkan XGS-PON memberikan kapasitas lebih tinggi untuk endpoint dengan traffic yang lebih tinggi.
Fleksibilitas ini juga membantu proses upgrade jaringan secara bertahap. Selain GPON dan XGS-PON, platform Nokia ISAM FX mendukung 10G EPON, TWDM-PON, Point-to-Point, dan Universal NG-PON. Dengan dukungan tersebut, investasi infrastruktur dapat dipersiapkan untuk mengikuti perkembangan teknologi fiber berikutnya.
Centralized OLT Controller untuk Kelola Jaringan yang Lebih Efisien
Ketika jumlah perangkat dan endpoint terus bertambah, mengelola jaringan satu per satu bisa membuat proses monitoring dan pemeliharaan semakin merepotkan. Dengan pengelolaan terpusat, tim IT dapat memantau jaringan dari satu sistem sehingga operasionalnya lebih mudah dikendalikan.
Nokia ISAM FX-4 mendukung hingga 64 PON port, bergantung pada konfigurasi line card yang digunakan. Platform ini tersedia dalam pilihan shelf 4-slot, 8-slot, dan 16-slot, sehingga kapasitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan deployment. Untuk mendukung konektivitas berkapasitas tinggi, backplane-nya mencapai hingga 2 × 100 Gb/s per slot.
Dukungan centralized OLT controller juga memungkinkan pengelolaan jaringan residential, mobile, dan business secara lebih terpusat. Sementara itu, kemampuan IP/Ethernet, MPLS, dan advanced traffic management membuat Nokia ISAM FX dapat terhubung dengan arsitektur jaringan yang lebih luas, termasuk Metro Ethernet pada high-rise building.
Dengan konfigurasi tersebut, berbagai kebutuhan konektivitas seperti berbagai kebutuhan seperti akses internet, konektivitas bisnis, surveillance, dan video dapat berjalan dalam infrastruktur jaringan yang lebih terintegrasi dan terstruktur.
Infrastruktur FTTB Lebih Optimal dengan Kabel Fiber Lightera
Keandalan jaringan FTTB tidak hanya ditentukan oleh perangkat OLT. Infrastruktur fiber pasif yang digunakan di dalam gedung juga berperan penting dalam memastikan konektivitas dapat didistribusikan secara efektif. Pemilihan kabel fiber perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan jaringan.
Pada hotel, serviced residence, dan apartemen, instalasi kabel juga perlu mempertimbangkan estetika interior. Kabel yang terlalu tebal atau sulit ditata dapat mengganggu tampilan koridor maupun area kamar. Lightera menawarkan InvisiLight Indoor Cable, kabel fiber dengan bend-insensitive optical fiber dan desain ultra-thin yang memungkinkan instalasi yang lebih rapi dan tidak mencolok di dalam bangunan.
Kombinasi Nokia ISAM FX sebagai infrastruktur aktif dan Lightera sebagai solusi fiber pasif dapat menjadi bagian dari solusi OLT dan infrastruktur fiber di Indonesia secara lebih menyeluruh, mulai dari kapasitas akses PON hingga efisiensi instalasi fiber di dalam gedung.
Rancang Solusi Fiber Terintegrasi Bersama XDC Indonesia
Kebutuhan konektivitas high-rise building terus berkembang, sehingga infrastruktur fiber perlu dirancang dengan mempertimbangkan kapasitas, fleksibilitas, dan kebutuhan jangka panjang. Kombinasi perangkat aktif dan infrastruktur fiber yang tepat dapat membantu membangun jaringan FTTB yang lebih siap mengikuti perkembangan kebutuhan gedung.
XDC Indonesia, bagian dari CTI Group, hadir untuk membantu Anda merancang solusi jaringan fiber dengan dukungan Nokia ISAM FX dan Lightera sesuai kebutuhan proyek.
Siap membangun jaringan FTTB yang lebih fleksibel? Konsultasikan kebutuhan infrastruktur fiber Anda bersama XDC Indonesia.
Penulis: Angela Merici Retna Perwitasari
Content Writer Intern CTI Group
